PERAN ORGANISASI INTRA SEKOLAH DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN SANTRIWATI PONDOK PESANTREN DARUL FIKRI BRINGIN, KAUMAN, PONOROGO

Leni Widya Ningrum, Happy Susanto, Sigit Dwi Laksana
DOI: 10.24269/tarbawi.v2i2.178

Abstract


Kedisiplinan merupakan karakter yang harus di tumbuh kembangkan dalam pribadi manusia. Dalam penanaman kedisiplinan ada peraturan-peraturan yang wajib ditaati dan patuhi untuk menumbuhkan karakter disiplin. Penanaman kedisiplinan merupakan program yang ada di Pondok Pesantren Darul Fikri dan dijalankan Organisasi Pondok Darul Fikri. Penanaman kedisiplinan ini wajib diikuti dan dilaksanakan semua santriwati KMI (MTs dan MA). Alasan peneliti melakukan penelitian di Pondok Pesantren Darul Fikri, karena kedisiplinan di Pondok Pesantren Darul Fikri sangat baik dan Organisasi Intra Sekolah bernama Organisasi Pondok Darul Fikri berperan aktif dalam menanamkan Kedisiplinan santriwati.

Penelitian ini menggunakan rumusan masalah: (1) Bagaimana bentuk-bentuk penanaman kedisiplinan yang dilakukan Organisasi Intra Sekolah di Pondok Pesantren Darul Fikri?, (2) Bagaimana hasil penanaman kedisiplinan santiwati dilakukan Organisasi Intra Sekolah di Pondok Pesantren Darul Fikri?, (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat penanaman kedisiplinan santriwati yang dilakukan Organisasi Intra Sekolah di Pondok Pesantren Darul Fikri?. Dan penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk-bentuk penanaman kedisiplinan santriwati, hasil penanaman kedisiplinan santiwati dan faktor pendukung dan penghambat penanaman kedisiplinan santriwati yang dilakukan Organisasi Intra Sekolah di Pondok Pesantren Darul Fikri.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan peneliti adalah teknik analisis data secara deskriptif.

Hasil penelitian ini: (1) Bentuk-bentuk penanaman kedisiplinan santriwati yang dilakukan Organisasi Intra Sekolah: masuk sekolah tepat waktu, seragam lengkap, sholat dhuha, sholat berjama’ah, membaca Al-Qur’an, berbahasa resmi, membuat surat izin jika tidak masuk, dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. (2) Hasil penanaman kedisiplinan sudah baik dan sesuai apa yang diharapkan oleh ustadz dan ustadzah. Hasil dapat diketahui dengan evaluasi setiap bulannya, ketika ada yang melanggar akan diberikan nasehat lalu hukuman. Mudabbirah juga memberikan reward berupa sertifikat dan piala kepada santriwati teladan. (3) Faktor pendukung penanaman kedisiplinan santriwati adalah dukungan pembimbing, pendidikan orang tua, keinginan santriwati berubah, dukungan teman, sarana dan prasarana, serta lingkungan yang baik. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi kurangnya kesadaran santriwati, minimnya pengetahuan orang tua, teman yang berpengaruh buruk, faktor alam dan lingkungan yang buruk.


Keywords


Organisasi Intra Sekolah, Kedisiplinan, Pondok Pesantren

References


Hasbullah. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan (Umum Dan Agama Islam). Jakarta: Rajawali Pers, 2009.

Rivai, Veithzal. kepemimpinan dan perilaku Organisasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2008.

Daryanto dan Farid Mohammad. Konsep Dasar Manajemen Pendidikan di Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Gava Media, 2013.

Salahudin, Anas dan Alkrienciehie Irwanto. Pendidikan karakter. Bandung: Pustaka Setia, 2013.

Kusumawardani, Nila. Korelasi Antara Minat Belajar Dengan Kedisiplinan Belajar Mata Pelajaran Matematika Siswa SD kelas IV SD Negeri 1 Srobyong UPTD Dikpora Kecamatan Mlonggo, Jepara, skripsi: Surakarta, 2014.

Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif , Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2009.

Moleong , Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013.

Mulyana, Deddy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2001.

Suharsaputra, Uhar. Metode Penelitian Kuantitaif, Kualitatif, dan Tindakan. Bandung: PT Refika Aditama, 2014.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.