Analisis Penetapan Harga Jual pada Usaha Peternakan Sapi Potong Koperasi Maju Sejahtera: Implementasi Akuntansi Akresi

Fitri Mareta, Depita Anggraini, Wahyu Setyawan

Abstract


Entitas agrikultur memiliki kekhasan khusus yang membedakannya dari entitas jenis lain. Ciri khas entitas agrikultur dapat dilihat pada penilaian asetnya. Hal ini dikarenakan aset entitas agrikultur berupa aset biologis yang tentunya mengalami akresi (pertumbuhan/transformasi). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlakuan akuntansi aset biologis maupun penetapan harga jual pada Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera berdasarkan PSAK 69. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan bagaimana kesesuaian perlakuan akuntansi aset biologis maupun penetapan harga jual pada Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera berdasarkan PSAK 69. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur dan studi kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahwa perlakuan akuntansi aset biologis KPT Maju Sejahtera berupa pengakuan aset biologis, pengukuran aset biologis, penyajian aset biologis, dan pengungkapan aset biologis tidak sesuai dengan PSAK 69. Selain itu, penetapan harga jual yang ditetapkan oleh KPT Maju Sejahtera berdasarkan pada harga pasar, tidak berdasarkan pada biaya-biaya yang dikeluarkan.

Kata Kunci: Perlakuan Akuntansi; Penetapan Harga Jual; Akuntansi Akresi; PSAK 69


References


Aminajamiah, S., Sumardi, S., & Nugroho, A. W. (2023). Pengaruh Implementasi IFRS dalam Indeks Gray Terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan. ISOQUANT : Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 7(1), 68–92. https://doi.org/10.24269/iso.v7i1.2019

Aprilina, V. (2014). EVALUASI PENERAPAN SAK ETAP DALAM PELAPORAN ASET BIOLOGIS PADA PETERNAKAN UNGGUL FARM BOGOR. Jurnal F. Ekonomi: JRAK, 5(1), 14–37.

Apriwandi, Debbie Christine, Eriana Kertadjumena, Erly Sherlita, Fathonah, A. N., & Wijaya, A. (2023). Persepsi atas Rekonstruksi Penilaian Aset Biologis (IAS 41 Akuntansi Peternakan) Pada Peternak Indonesia. Jurnal Ekuilnomi, 5(1), 21–37. https://doi.org/10.36985/ekuilnomi.v5i1.531

Ariyani, E., & Mustoffa, A. F. (2021). Penetapan Harga Jual Melalui Analisis Harga Pokok Produksi Pada Usaha Wedang WAROK. ISOQUANT : Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 5(2), 228. https://doi.org/10.24269/iso.v5i2.714

Bandrang, T. N. (2022). Pengaruh Biaya Produksi dan Harga Jual Tandan Buah Segar (TBS) Terhadap Tingkat Keuntungan Pada Perkebunan Sawit Rakyat Desa Bangun Harja Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Jurnal Peneltian Agri Hatantiring, 2(1). http://ejournal.poltes.ac.id/index.php/PAgri/article/view/45

E. Sijabat. (2021). Kinerja dan Strategi Pengembangan Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis, 9(1), 62–69.

Farida, I. (2013). Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Biologis Berdasarkan International Accounting Standard 41 Pada Pt. Perkebunan Nusantara Vii (Persero). Jurnal Akuntansi AKUNESA, 2(1), 1–24.

Giyanto, S. C., & Rohman, A. (2019). Analisis Pengaruh Ukuran Kap, Tenure Kap Terhadap Audit Report Lag (Arl) Dengan Kap Spesialisasi Industri Sebagai Variabel Moderasi. Diponegoro Journal of Accounting, 7(4), 1–14.

Hariyanti, A. I., & Wijayanti, N. (2018). Analisis Perbandingan Perlakuan Akuntansi Aset Biologis Berdasarkan International Accounting Standard 41 dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 69 Pada Perusahaan Perkebunan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Journal LPPM, 8(1), 53–63.

Jana, H., & Marta, S. (2014). The Fair Value Model for the Measurement of Biological Assets and Agricultural Produce in the Czech Republic. Procedia Economics and Finance, 12(March), 213–220. https://doi.org/10.1016/s2212-5671(14)00338-4

Kodriyah, K., & Monica, V. (2021). Perbandingan Asset Biologis Berdasarkan IAS 41 Agriculture dan PSAK 16 Aset Tetap. Management & Accounting Expose, 1(1), 63–71. https://doi.org/10.36441/mae.v1i1.83

Korompis, C. W. M. (2016). Analisis Perlakuan Akuntansi Agrikultur Pada Petani Kelapa Pada Desa Di Daerah Likupang Selatan : Dampak Rencana Penerapan Ed PSAK No.69 Tentang Agrikultur. Going Concern : Jurnal Riset Akuntansi, 11(2), 23–33. https://doi.org/10.32400/gc.11.2.13058.2016

Masnur, A., Al -W, A., & Rahardjo, S. N. (2023). Implementasi Akuntansi Akresi Pada Aset Biologis dengan Pendekatan Nilai Wajar dan Biaya Pada Peternakan Brawijaya Farm. Diponegoro Journal of Accounting, 12, 1–13. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/accounting

Pratiwi, W. (2017). Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Biologis Berbasis Psak-69 Agrikultur Pada PT.Perkebunan Nusantara Xii Kalisanen Kabupaten Jember. Prosiding Seminar Nasional Dan Call For Paper Ekonomi Dan Bisnis, 140–150.

Putra, A. V. W., Pangemanan, S. S., & Wokas, H. R. N. (2016). Analisis Perbandingan Perlakuan Akuntansi Terhadap Aset Biologis dan Non Biologis (Studi Kasus pada CV. Fatherland Farm Tondano). Going Concern : Jurnal Riset Akuntansi, 11(3), 11–21. https://doi.org/10.32400/gc.11.3.13090.2016

Safitry, S. E., & Muntiah, N. S. (2018). Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode Full Costing dan Activity Based Costing. ISOQUANT: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi, 6(2), 227–237.

Sahari, R. E., Nurhapsa, & Muhdiar. (2019). Efisiensi Biaya Produksi Ayam Broiler dengan Pola Kemitraan PT.AGRI ARCANDIA di Kelurahan Dolangan Kabupaten Pinrang. Ecosystem, 19(3), 360–366. https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/920%0Ahttps://journal.unibos.ac.id/eco/article/download/920/471

Wulandari, R. (2018). Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Biologis Aset Biologis Pada Perusahaan Sektor Agrikultur Subsektor Perkebunan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei). Riset Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 3(2), 139–140. https://doi.org/10.23917/reaksi.v3i2.6619

Yunita, N. A., & Ramadani, N. (2019). Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Biologis Tinjauan Teoritis Adopsi IAS 41. E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis, 22(1), 51–60. https://doi.org/10.29103/e-mabis.v20i1.389


Full Text: PDF

DOI: 10.24269/iso.v7i2.2245

Refbacks

  • There are currently no refbacks.