DARI NILAI KE TINDAKAN: TANTANGAN PENILAIAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PPKN DI SD NEGERI 1 MUNENG
Isi Artikel Utama
Abstrak
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penilaian karakter dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SD Negeri 1 Muneng. Latar belakang penelitian ini berangkat dari problematika umum di sekolah dasar, yaitu masih dominannya penilaian aspek kognitif dan terbatasnya asesmen terhadap aspek afektif atau karakter siswa. Padahal, sesuai dengan paradigma Merdeka Belajar, pembelajaran PPKn seharusnya menekankan pada penguatan nilai-nilai Pancasila melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan berorientasi pada pembentukan perilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, serta analisis dokumen perangkat pembelajaran. Teknik analisis data dilakukan secara tematik dengan mengikuti model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian karakter di SD Negeri 1 Muneng masih berfokus pada dimensi kognitif melalui tes tertulis dan ulangan harian. Penilaian sikap dilakukan melalui pengamatan tanpa rubrik yang baku, sehingga hasilnya bersifat subjektif dan tidak terdokumentasi secara sistematis. Namun, sekolah telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pembentukan karakter melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler berbasis nilai seperti literasi pagi, majase (makan jajanan sehat), dan proyek Profil Pelajar Pancasila. Faktor pendukung implementasi penilaian karakter meliputi budaya sekolah yang religius dan kolaboratif, sedangkan kendala utamanya adalah keterbatasan kompetensi guru dalam menerapkan authentic assessment. Temuan ini memperkuat hasil penelitian Komalasari & Saripudin (2020) dan Rusmin dkk. (2020), yang menunjukkan bahwa penilaian karakter efektif apabila guru memiliki pemahaman reflektif terhadap nilai-nilai yang diinternalisasi dalam proses pembelajaran. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan guru dalam pengembangan instrumen penilaian karakter berbasis nilai Pancasila dan peningkatan supervisi akademik untuk memastikan keterpaduan antara visi sekolah dan praktik penilaian. Secara teoretis, studi ini memperkaya literatur tentang asesmen karakter di tingkat pendidikan dasar, sedangkan secara praktis memberikan rekomendasi konkret bagi sekolah dasar untuk mengembangkan sistem penilaian karakter yang lebih objektif, kontekstual, dan berkelanjutan.
.
Keywords: penilaian karakter, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, sekolah dasar, asesmen autentik, Merdeka Belajar
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish their manuscripts in this journal agree to the following terms:
- The copyright on each article belongs to the author.
- The author acknowledges that Edupedia Journal has the right to be the first to publish under a Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) license.
- Authors may submit articles separately, arranging for the non-exclusive distribution of manuscripts that have been published in this journal to other versions (e.g., sent to the author's institutional repository, publication into books, etc.), acknowledging that the manuscript was first published in the Journal. Edupedia.